Romo Mangunwijaya, atau bernama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, merupakan salah satu arsitek Jogja paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah arsitektur Indonesia. Ia bukan hanya dikenal sebagai arsitek, tetapi juga sebagai rohaniwan, budayawan, penulis, dan aktivis sosial. Karya dan pemikirannya menjadikan arsitektur bukan sekadar bangunan, melainkan alat untuk memanusiakan manusia.
Romo Mangun lahir pada tahun 1929 dan menghabiskan sebagian besar kiprahnya di Yogyakarta, kota yang kemudian sangat lekat dengan perjalanan arsitekturnya.
Baca Juga: Desain Interior Kamar Tidur Anak Modern Hijau Desain Arsitek Jogja
Arsitektur yang Berpihak pada Manusia
Berbeda dengan arsitektur yang menonjolkan kemegahan semata, Romo Mangun dikenal dengan pendekatan arsitektur humanis. Baginya, arsitektur harus menjawab kebutuhan manusia, terutama mereka yang sering terpinggirkan.
Ia percaya bahwa:
Bangunan harus ramah terhadap penghuninya
Desain harus lahir dari konteks sosial dan budaya
Arsitektur tidak boleh memisahkan manusia dari lingkungannya
Pemikiran inilah yang membuat Romo Mangun begitu dihormati, tidak hanya di dunia arsitektur, tetapi juga dalam ranah sosial.
Karya Ikonik di Yogyakarta
Salah satu karya Romo Mangun yang paling dikenal adalah penataan kawasan permukiman Kali Code, Yogyakarta. Di kawasan ini, ia mendampingi masyarakat bantaran sungai untuk menciptakan lingkungan hunian yang layak, sehat, dan manusiawi—tanpa menggusur warga.
Selain Kali Code, Romo Mangun juga merancang berbagai bangunan penting, seperti:
Gereja dan kapel dengan pendekatan kontekstual
Bangunan pendidikan
Rumah tinggal dengan desain sederhana namun bermakna
Karyanya sering menggunakan material lokal, bentuk sederhana, dan tata ruang yang sangat mempertimbangkan aktivitas penggunanya.
Baca Juga: Desain Interior Aula Kampus Minimalis Modern Desain Arsitek Jogja
Filosofi Arsitektur Romo Mangun
Sebagai arsitek Jogja, Romo Mangun sangat dipengaruhi oleh budaya Jawa. Ia menekankan nilai:
Kesederhanaan
Kejujuran material
Keharmonisan dengan alam
Kepedulian sosial
Dalam pandangannya, arsitektur bukan milik segelintir orang, melainkan hak semua lapisan masyarakat. Karena itu, ia menolak arsitektur yang hanya berorientasi pada simbol kekuasaan atau kemewahan.
Pengaruh dan Warisan Pemikiran
Pengaruh Romo Mangunwijaya sangat besar dalam dunia arsitektur Indonesia. Ia menjadi inspirasi bagi banyak arsitek muda untuk:
Lebih peka terhadap isu sosial
Mengutamakan konteks lokal
Menjadikan arsitektur sebagai sarana pengabdian
Pemikirannya masih relevan hingga kini, terutama di tengah tantangan urbanisasi dan ketimpangan sosial di kota-kota besar.
Baca Juga: Desain Interior Ruang Rapat Desain Arsitek Jogja
Romo Mangun dan Identitas Arsitektur Jogja
Tidak berlebihan jika Romo Mangun disebut sebagai ikon arsitek Jogja. Karyanya membentuk wajah arsitektur Yogyakarta yang sederhana, humanis, dan berakar pada budaya. Ia membuktikan bahwa arsitektur yang baik tidak harus mahal atau megah, tetapi harus bermakna dan berdampak.
Romo Mangunwijaya adalah contoh nyata bahwa arsitektur dapat menjadi alat perubahan sosial. Sebagai arsitek Jogja terkenal, warisan pemikirannya terus hidup melalui karya, tulisan, dan nilai-nilai yang ia tanamkan. Di tengah arus modernisasi, sosok Romo Mangun mengingatkan kita bahwa esensi arsitektur sejatinya adalah manusia dan kemanusiaan.




Leave A Comment