Yori Antar adalah salah satu arsitek Indonesia yang dikenal luas atas dedikasinya dalam pelestarian arsitektur tradisional Nusantara. Berbeda dari banyak arsitek yang fokus pada bangunan baru, Yori Antar justru menaruh perhatian besar pada rumah adat, permukiman tradisional, dan warisan budaya yang terancam punah.

Ia merupakan pendiri dan penggerak komunitas Rumah Asuh, sebuah inisiatif sosial yang berfokus pada dokumentasi, revitalisasi, dan perawatan rumah adat di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga: Villa Tropis Bali: Arsitektur yang Menyatu dengan Alam dan Memberi Pengalaman Ruang yang Tenang

Arsitektur sebagai Gerakan Budaya

Bagi Yori Antar, arsitektur bukan sekadar produk desain, melainkan bagian dari identitas dan ingatan kolektif bangsa. Ia memandang rumah adat sebagai hasil pengetahuan panjang masyarakat lokal dalam merespons alam, iklim, dan kehidupan sosial.

Pendekatan Yori Antar menekankan:

  • Pelestarian nilai budaya

  • Keberlanjutan pengetahuan lokal

  • Keterlibatan masyarakat setempat

  • Penghormatan terhadap tradisi dan konteks

Arsitektur, dalam pandangannya, harus dirawat sebagaimana merawat kehidupan itu sendiri.

Rumah Asuh: Karya Sosial Arsitektur

Salah satu karya terbesar Yori Antar bukan berupa bangunan tunggal, melainkan gerakan Rumah Asuh. Melalui program ini, Yori dan timnya melakukan:

  • Pendataan dan dokumentasi rumah adat

  • Perbaikan dan revitalisasi bangunan tradisional

  • Edukasi kepada masyarakat dan generasi muda

  • Kampanye pentingnya menjaga arsitektur Nusantara

Rumah Asuh telah bergerak di berbagai wilayah Indonesia, seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.

Yori Antar: Arsitek Pelestari Arsitektur Nusantara dan Budaya Lokal

Karya-Karya Yori Antar

Meskipun dikenal sebagai aktivis pelestarian, Yori Antar juga terlibat dalam berbagai karya arsitektur dan budaya, antara lain:

1. Revitalisasi Rumah Adat Nusantara

Yori Antar aktif mendampingi masyarakat dalam merawat rumah adat seperti:

  • Rumah Sumba

  • Rumah Toraja

  • Rumah adat Flores

  • Permukiman tradisional di Nusa Tenggara

Pendekatan yang digunakan tidak mengubah karakter asli bangunan, melainkan memperkuat struktur dan fungsi agar tetap layak dihuni.

Baca Juga: Cafe Minimalis InKafe: Harmoni Estetika Modern dan Fungsionalitas Urban

Yori Antar: Arsitek Pelestari Arsitektur Nusantara dan Budaya Lokal

2. Festival dan Pameran Arsitektur Budaya

Yori Antar sering terlibat dalam pameran, diskusi, dan festival arsitektur yang mengangkat tema:

  • Arsitektur vernakular

  • Budaya membangun Nusantara

  • Keberlanjutan tradisi lokal

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya arsitektur tradisional.

3. Dokumentasi dan Penulisan

Selain praktik lapangan, Yori Antar juga aktif mendokumentasikan rumah adat melalui tulisan, foto, dan riset. Dokumentasi ini menjadi arsip penting bagi dunia arsitektur dan kebudayaan Indonesia.

Yori Antar: Arsitek Pelestari Arsitektur Nusantara dan Budaya Lokal

Filosofi Arsitektur Yori Antar

Filosofi arsitektur Yori Antar berakar pada prinsip:

  • Merawat, bukan mengganti

  • Mendengarkan masyarakat lokal

  • Menghargai proses tradisi

  • Menjaga kesinambungan budaya

Ia percaya bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan tradisi, melainkan dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal.

Baca Juga: Butikku House: Contoh Arsitektur Komersial Kontemporer di Yogyakarta

Yori Antar: Arsitek Pelestari Arsitektur Nusantara dan Budaya Lokal

Pengaruh dan Peran di Dunia Arsitektur Indonesia

Peran Yori Antar sangat signifikan dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap rumah adat. Ia mengingatkan bahwa arsitektur Nusantara bukan peninggalan masa lalu semata, tetapi sumber pengetahuan untuk masa depan—terutama dalam isu keberlanjutan dan adaptasi iklim.

Banyak arsitek muda terinspirasi oleh pendekatannya yang humanis, sosial, dan berakar kuat pada budaya.

Yori Antar adalah contoh arsitek yang menjadikan profesinya sebagai pengabdian budaya. Melalui karya dan gerakan Rumah Asuh, ia membuktikan bahwa arsitektur dapat menjadi alat pelestarian identitas bangsa. Di tengah arus globalisasi, kiprah Yori Antar menjadi pengingat pentingnya menjaga dan merawat warisan arsitektur Nusantara.