Rumah Joglo tidak hanya dikenal karena bentuk atapnya yang ikonik, tetapi juga interiornya yang sarat nilai budaya, estetika mendalam, dan hubungan harmonis dengan alam. Interior Joglo dirancang mengikuti prinsip kehidupan masyarakat Jawa: tenang, tertata, fungsional, serta kaya makna spiritual.
Berikut adalah ciri-ciri utama interior khas rumah Joglo yang membuatnya begitu unik dan mempesona.
1. Soko Guru sebagai Pusat Ruang
Di bagian tengah interior Joglo berdiri empat tiang utama yang disebut soko guru.
Fungsinya:
Menjadi penopang struktur atap
Menguatkan kesan megah pada tengah ruangan
Menjadi pusat spiritual dan simbolik rumah
Area di bawah soko guru sering dijadikan ruang paling penting dan dihormati dalam Joglo.
Baca Juga: Desain Partisi Pembatas Ruang Keluarga dan Ruang Tidur Minimalis – Desain Arsitek Jogja
2. Ruang Tengah Luas Tanpa Partisi
Interior Joglo identik dengan ruang tengah yang lapang dan terbuka.
Keunikan ini bertujuan untuk:
Menciptakan suasana sejuk dan nyaman
Menyediakan ruang untuk menerima tamu penting
Menjadi tempat pertemuan, wayangan, atau acara adat keluarga
Nuansa luas ini memberi kesan agung sekaligus ramah.

3. Pendopo sebagai Ruang Semi-Outdoor
Bagian pendopo yang berada di depan rumah sering menjadi bagian interior secara fungsional.
Karakter pendopo:
Terbuka tanpa dinding
Tiang-tiang kayu besar yang membingkai ruang
Digunakan untuk menerima tamu dan kegiatan komunal
Pendopo menjadi simbol keramahtamahan masyarakat Jawa.
Baca Juga: Desain Interior Kamar Tidur Utama Minimalis Modern Desain Arsitek Jogja
4. Material Interior Didominasi Kayu
Kayu adalah material utama dalam interior Joglo, biasanya menggunakan:
Kayu jati (paling umum)
Kayu nangka
Kayu sonokeling
Kayu digunakan pada:
Tiang
Balok
Kusen
Pintu
Lantai
Perabot
Pemakaian kayu memberikan suasana hangat, elegan, dan natural.
5. Ornamen Ukiran Jawa Bernilai Filosofi
Salah satu elemen paling indah dari interior Joglo adalah ukiran khas Jawa.
Motif yang umum digunakan:
Kawung – simbol kesempurnaan dan keadilan
Lung-lungan – lambang kesuburan dan kehidupan
Parang – simbol kekuatan dan keberanian
Ukiran terdapat pada pintu, lisplang, balok pengikat, almari, dan dinding kayu.
6. Senthong: Ruang Paling Privat dan Sakral
Di bagian belakang interior terdapat senthong, yaitu kamar tertutup yang memiliki fungsi khusus:
Tempat tidur keluarga
Penyimpanan barang berharga
Ruang sakral untuk sesaji atau doa
Senthong dianggap sebagai “jantung privasi” rumah Joglo.
Baca Juga: Desain Interior Kamar Kost Minimalis Desain Arsitek Jogja
7. Pringgitan sebagai Ruang Transisi Estetik
Pringgitan adalah ruang di antara pendopo dan dalem.
Interior ruang ini biasanya:
Memanjang
Minim perabot agar fleksibel
Sering digunakan untuk pertunjukan wayang
Area ini memperkuat kesan estetik dan spiritual arsitektur Jawa.
8. Perabot Tradisional dengan Bentuk Rendah
Interior Joglo memakai perabot yang tidak terlalu tinggi. Ini menciptakan suasana rendah hati dan dekat dengan budaya lesehan.
Jenis perabot umum:
Lincak (bangku panjang kayu)
Dipan rendah
Kursi dan meja kayu ukir
Lemari gebyok
Peti penyimpanan kayu
Penataan biasanya simetris, mengikuti konsep halus-tidak mencolok dalam budaya Jawa.
9. Pencahayaan Alami yang Dominan
Joglo memaksimalkan cahaya alami melalui:
Pintu besar
Jendela luas
Kisi-kisi kayu
Ruang tengah yang terbuka
Pencahayaan alami ini menonjolkan warna kayu dan memberikan atmosfer hangat.

Baca Juga: The White Box, DAJ Distro, Bangunan Komersial Minimalis Modern
10. Lantai dari Ubin Terakota atau Kayu
Lantai Joglo tradisional memakai:
Ubin tanah liat (terakota) yang sejuk
Lantai papan kayu
Batu alam untuk bagian luar
Material ini membantu menjaga suhu interior tetap nyaman.
11. Dekorasi Tradisional Jawa
Dekorasi interior biasanya terbatas namun bermakna.
Beberapa elemen yang umum:
Wayang kulit
Tempat sesaji
Kain batik motif klasik
Lampu gantung kuningan
Guci dan gerabah
Dekorasi ini melengkapi suasana klasik Jawa yang anggun.

Baca Juga: Arsitektur Komersial dengan Style Industrial Minimalis, Butik Blanja
Interior rumah Joglo adalah perpaduan antara fungsionalitas, estetika, dan filosofi hidup Jawa.
Kesan utama yang muncul adalah:
✨ megah namun bersahaja
✨ luas dan ramah
✨ hangat dan natural
✨ penuh makna simbolik
Dengan memadukan soko guru, ruang tanpa sekat, ukiran artistik, material kayu, dan dekorasi tradisional, Joglo menjadi salah satu interior paling indah dan beridentitas kuat dalam arsitektur Nusantara.





Leave A Comment