Rumah bergaya Jengki merupakan salah satu gaya arsitektur khas Indonesia yang berkembang pada era 1950–1960-an. Gaya ini hadir sebagai ekspresi kebebasan dan identitas baru pasca-kemerdekaan, dengan karakter bentuk yang berani, tidak simetris, dan dinamis. Dalam perancangan rumah Jengki, terdapat beberapa elemen penting yang menjadi ciri khas dan sebaiknya hadir agar karakter Jengki tetap kuat dan autentik.
1. Bentuk Bangunan Asimetris
Salah satu ciri utama rumah Jengki adalah bentuk massa bangunan yang tidak simetris. Komposisi fasad dibuat dinamis, dengan perbedaan tinggi, kemiringan, dan pergeseran bidang. Desain ini menjadi penanda perlawanan terhadap arsitektur kolonial yang kaku dan simetris.
Baca Juga: Arsitektur Komersial dengan Style Industrial Minimalis, Butik Blanja
2. Atap Pelana Miring Ekstrem
Atap rumah Jengki umumnya berbentuk pelana dengan kemiringan tajam dan sudut ekstrem. Ujung atap sering kali dibuat tidak sejajar atau menjorok, menciptakan kesan ekspresif dan berani. Overstek atap juga berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan tropis.
3. Garis Diagonal dan Bidang Miring
Elemen garis diagonal sangat dominan pada desain rumah Jengki, baik pada dinding, kanopi, pagar, maupun bukaan. Bidang dinding yang miring atau bersudut memberikan karakter visual yang kuat sekaligus mempertegas gaya Jengki.
4. Bukaan Jendela Tidak Konvensional
Rumah Jengki identik dengan bentuk jendela dan ventilasi yang unik, seperti trapesium, segitiga, atau kombinasi geometris lainnya. Bukaan ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.
Baca Juga: Cafe Minimalis InKafe: Harmoni Estetika Modern dan Fungsionalitas Urban
5. Plafon Mengikuti Bentuk Atap
Pada interior rumah Jengki, plafon sering kali dibuat mengikuti kemiringan atap, sehingga menciptakan ruang dalam yang lebih dinamis dan lapang. Plafon miring ini menjadi elemen penting dalam membangun karakter interior Jengki.
6. Warna Cerah dan Kontras
Penggunaan warna merupakan bagian penting dari desain rumah Jengki. Warna-warna cerah seperti kuning, hijau, biru, atau merah bata sering dipadukan dengan warna netral. Kombinasi ini mencerminkan semangat optimisme dan modernitas pada masa kemunculannya.
7. Material Sederhana dan Jujur
Material yang digunakan pada rumah Jengki umumnya sederhana dan mudah ditemukan, seperti beton, kayu, dan kaca. Finishing tidak terlalu berlebihan, menonjolkan kejujuran material serta fungsi bangunan.
Baca Juga: Rumah Tropis Modern dengan Sentuhan Vernakular: Simpel, Fungsional, dan Kontekstual
8. Tata Ruang Fleksibel dan Terbuka
Desain rumah Jengki mengutamakan tata ruang yang fleksibel dan terbuka. Ruang-ruang utama seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan sering saling terhubung tanpa banyak sekat, menciptakan suasana sosial dan modern.
Desain rumah bergaya Jengki menekankan keberanian berekspresi, kebebasan bentuk, dan kenyamanan hidup tropis. Elemen-elemen seperti bentuk asimetris, atap miring ekstrem, garis diagonal, bukaan unik, hingga tata ruang terbuka merupakan hal-hal yang harus ada agar karakter Jengki terasa kuat. Dengan pengolahan yang tepat, gaya Jengki dapat diterapkan kembali secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah dan identitasnya.






Leave A Comment