Mande Austriono Kanigoro merupakan salah satu arsitek Indonesia yang dikenal melalui pendekatan desain yang sederhana, fungsional, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat modern. Lahir di Bandung pada tahun 1984, Mande menyelesaikan pendidikan arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pada tahun 2007 sebelum memulai karier profesionalnya di berbagai biro arsitektur dalam dan luar negeri.
Perjalanan kariernya dimulai di SNA Architects, Kuala Lumpur, kemudian berlanjut di 12akitek Jakarta, A+P Consultants, hingga akhirnya mendirikan studio arsitektur DFORM pada tahun 2014. Melalui DFORM, Mande mengembangkan berbagai proyek residensial, komersial, hingga pengembangan konsep hunian berbasis komunitas.
Baca Juga: Bagaimana Menentukan Luasan Rumah terhadap Lahan agar Tetap Fungsional?
Filosofi Arsitektur yang Berangkat dari Kehidupan Sehari-hari
Salah satu karakter kuat dalam karya Mande Austriono Kanigoro adalah kemampuannya menerjemahkan kebutuhan hidup sehari-hari menjadi solusi desain yang efisien dan bermakna. Baginya, arsitektur bukan sekadar menghasilkan bangunan yang indah, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Pendekatan ini terlihat dari berbagai proyek yang mengedepankan:
- Efisiensi ruang.
- Fleksibilitas penggunaan bangunan.
- Optimalisasi pencahayaan alami.
- Sirkulasi udara yang baik.
- Penggunaan material yang jujur dan sederhana.
Konsep tersebut membuat karya-karyanya terasa dekat dengan kebutuhan masyarakat urban yang hidup di tengah keterbatasan lahan dan anggaran.
Pendiri DFORM: Studio Arsitektur yang Inovatif
Melalui DFORM, Mande mengembangkan sebuah studio kreatif berbasis arsitektur yang berfokus pada desain bangunan, pengembangan produk, dan inovasi ruang. Studio yang berbasis di Tangerang Selatan ini telah menghasilkan berbagai karya residensial maupun komersial yang dikenal memiliki pendekatan desain yang kontekstual dan humanis.
Beberapa proyek yang banyak dikenal antara lain:
- MO House, Tangerang Selatan.
- Casa Avana, Bali.
- BB House, Bandung.
- R Office, BSD City.
Proyek-proyek tersebut menunjukkan eksplorasi desain yang mengutamakan kualitas ruang dibanding kemewahan visual semata.
Baca Juga: Mengenal Arsitek dari Jogja: Perpaduan Nilai Tradisi dan Inovasi Modern
MO House: Manifesto Gaya Hidup Minimalis
Salah satu karya yang banyak mendapat perhatian adalah proyek MO House di Tangerang Selatan. Rumah berukuran sekitar 55 meter persegi ini dirancang untuk pasangan muda dengan konsep hunian yang dapat berkembang sesuai kebutuhan keluarga di masa depan.
Melalui proyek ini, Mande memperkenalkan gagasan bahwa rumah kecil tidak harus terasa sempit. Dengan pengolahan ruang yang tepat, pencahayaan alami yang optimal, dan tata ruang yang fleksibel, sebuah rumah sederhana dapat memberikan kualitas hidup yang tinggi bagi penghuninya.
MO House juga menjadi representasi pemikiran Mande mengenai gaya hidup minimalis, yaitu fokus pada kebutuhan yang benar-benar penting dan mengurangi elemen yang tidak diperlukan.
Inovasi melalui Konsep Cohousing dan DFHousing
Selain berpraktik sebagai arsitek, Mande juga dikenal melalui gagasan cohousing dan pengembangan proyek DFHousing. Konsep ini menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam mewujudkan hunian yang terjangkau dan berkualitas. Gagasan tersebut mulai mendapat perhatian luas pada awal tahun 2010-an karena menawarkan pendekatan alternatif terhadap perumahan di Indonesia.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya berbicara mengenai bangunan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Baca Juga: Tips Agar Renovasi Rumah Tidak Over Budget
Karakter Karya Mande Austriono Kanigoro
Beberapa karakter yang sering ditemukan dalam karya-karya Mande antara lain:
Kesederhanaan yang Bermakna
Desain tidak dipenuhi ornamen berlebihan, melainkan fokus pada kualitas ruang dan fungsi bangunan.
Fleksibilitas Ruang
Bangunan dirancang agar mampu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan penghuni di masa depan.
Memaksimalkan Cahaya Alami
Pencahayaan alami menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang sehat dan hemat energi.
Pendekatan Humanis
Setiap proyek berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan pengguna ruang.
Efisiensi Anggaran
Desain yang baik tidak selalu harus mahal. Mande menunjukkan bahwa kreativitas dapat menghasilkan ruang berkualitas meskipun dengan keterbatasan biaya.
Inspirasi bagi Generasi Arsitek Muda
Sebagai principal architect DFORM, Mande juga aktif berbagi pengalaman melalui berbagai workshop, diskusi, dan kegiatan pendidikan arsitektur. Pemikirannya banyak menginspirasi generasi muda untuk melihat arsitektur sebagai alat pemecahan masalah, bukan sekadar sarana menghasilkan bentuk bangunan yang menarik secara visual.
Pendekatan tersebut semakin relevan di tengah tantangan urbanisasi, keterbatasan lahan, dan kebutuhan akan hunian yang lebih terjangkau di Indonesia.
Baca Juga: Manfaat Sumur Peresapan Air Hujan untuk Hunian Rumah
Mande Austriono Kanigoro merupakan salah satu arsitek Indonesia yang berhasil menunjukkan bahwa arsitektur berkualitas dapat lahir dari kesederhanaan, efisiensi, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan manusia. Melalui karya-karya dan gagasannya, ia menghadirkan pendekatan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Bagi dunia arsitektur Indonesia, Mande Austriono Kanigoro menjadi contoh bagaimana inovasi dapat muncul dari pemikiran yang sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kualitas ruang dan kehidupan penggunanya.








Leave A Comment